Belakangan, kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin masif. Jumlah positif sudah melebihi angka 50 ribu orang per awal bulan Juli ini. Pemerintah Indonesia juga sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk berbagai daerah yang tingkat penyebarannya berada di level kritis. Namun, mengingat kondisi ekonomi yang kian terpuruk, pemerintah akhirnya menerapkan kebijakan New Normal dengan membuka beberapa sektor publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, tempat wisata, rumah makan dan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bagi kami, kegiatan produksi dan pengiriman produk ke negara tujuan ekspor juga harus terus berjalan. Kami menyadari bahwa kesehatan karyawan kami adalah yang terpenting. Oleh karena itu, kami pun menerapkan kebijakan penanganan penyebaran COVID-19 dalam melaksanakan kegiatan produksi kami. Kegiatan produksi yang biasanya berlangsung dalam 1 shift dimulai pukul 08.00 – 16.00 WIB kini dibagi menjadi 2 shift. Shift kedua dimulai pukul 16.00 dan berakhir pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan untuk menimilasir kontak fisik yang terjadi antar karyawan dan juga menghindari adanya kerumunan di area pabrik.

Karyawan juga diharuskan mengikuti proses medical screening guna mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Sebelum memasuki are pabrik, kami melakukan pengecekan suhu tubuh. Karyawan, tamu atau siapapun yang memiliki suhu tubuh di atas 37.5 derajat celcius dilarang memasuki area pabrik dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat.

Bagi karyawan level manajerial, kebijakan Work From Home (WFH) sudah diterapkan sejak bulan Maret lalu. Kebijakan yang sama juga kami terapkan untuk sistem penerimaan bahan baku dan kemasan. Semua bahan baku dan kemasan yang kami terima harus menyertakan beberapa surat keterangan. Sopir yang membawa armada harus membawa surat keterangan sehat dan bebas COVID-19. Armada yang digunakan pun harus disertai dengan surat keterangan bahwa armada tersebut dalam keadaan bersih (pembersihan menggunakan disinfektan).

Kebijakan ini akan terus kami terapkan selama angka penyebaran COVID-19 di Indonesia masih tinggi dan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah untuk mencabut kebijakan tersebut. Kami selalu memprioritaskan kesehatan dan keselamatan sumber daya manusia yang kami miliki. Semoga masa-masa sulit ini bisa segera berakhir dan dunia bisa terbebas dari ancaman COVID-19.